Tentang Junita Liesar Dengan berbagai pencapaian yang telah ia raih, Junita Liesar adalah representasi seorang wanita Indonesia yang modern dengan berbagai keahlian. Junita menjalani kehidupan yang menginspirasi, tidak hanya melalui aktivitas-aktivitas sosial yang ia jalani dan gaya hidup sehat yang ia terapkan, namun juga melalui daftar panjang prestasi yang telah ia raih baik di dunia bisnis dan kedermawanan.

Seorang praktisi yoga yang handal, Junita, bersama teman-temannya yang memiliki visi yang sama, mendirikan Union Yoga di Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Sebuah studio yoga yang nyaman di Jakarta, Union Yoga menawarkan berbagai kelas yoga dengan berbagai tipe disiplin: dari mulai Bikram hingga Sveda, Acro, Ashtanga, Vinyasa, Hatha, serta kelas yoga untuk anak-anak.

Pada bulan Agustus 2015, Junita menangkap sebuah peluang, yaitu, meluncurkan sebuah yayasan yang diberi nama JL Foundation (Yayasan JL). JL Foundation bergerak dibidang peningkatan kualitas hidup masyarakat kurang mampu di Indonesia, baik itu untuk perempuan, anak-anak, hingga lanjut usia. Yayasan ini merupakan buah dari tujuan hidup yang telah Junita impikan sejak lama, yang akhirnya menjadi sebuah kenyataan. Beliau bercita-cita untuk memberdayakan masyarakat Indonesia dengan sepenuh hati.

Alumni universitas Bournemouth University di Inggris, dan seorang mantan model, Junita dikenal sebagai seorang sosok yang aktif dan menyenangkan di ranah sosial Jakarta. Ia selalu berusaha untuk mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang selalu berpikir positif dan kreatif ditengah kehidupan kota Jakarta dengan karakter masyarakatnya yang beraneka ragam. "Saya lebih senang bersosialisasi dengan orang-orang yang memiliki karakter positif dan yang gemar menebarkan cinta kasih terhadap sesama. Hal yang positif inilah yang akhirnya mendefinisikan kita sebagai manusia, bukan dengan menilai dan menghakimi yang lain."

Sebagai pecinta dunia fashion, Junita menantang image konvensional dari seorang wanita yang sudah dikaruniai tiga buah hati: seorang ibu yang sangat fit, Junita sangat mengutamakan kesehatan dan kebugaran di tengah keluarganya, dan ia percaya bahwa fashion dan style adalah salah satu takaran yang dapat merepresentasikan karakter sesorang.

Selain Union Yoga dan JL Foundation, Junita Liesar juga merupakan penulis dari buku bertajuk Kekinian (Stay in the Now a la Junita Liesar) dan pimpinan dari berbagai jenis perusahaan bisnis, dari tambang hingga properti, serta agen perjalanan bernama Quality Holidays, yang berkantor di Menara BCA, Jakarta Pusat.

The JL Foundation

Junita Liesar melihat kesempatan untuk memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat disekelilingnya. Dengan timnya, beliau mendirikan JL Foundation (Yayasan JL) pada tanggal 17 Agustus 2015. Memiliki visi untuk memberdayakan masyarakat dan komunitas kurang mampu di Indonesia dengan hati. Yayasan JL merupakan bentuk dari kepedulian Junita dalam memberikan kontribusi bagi bangsa di ruang lingkup yang lebih luas. Yayasan ini juga lahir dari kerendahan hati beliau untuk memberikan waktu dan perhatian yang tak bersyarat bagi mereka yang membutuhkan.

"Dalam perjalanan panjang untuk kemanusiaan ini, sangat penting untuk kembali menjadi manusia dan menjalin hubungan dengan orang-orang yang tepat yang dapat membantu saya untuk membuka pintu menuju kesempatan-kesempatan yang lebih banyak lagi di masa mendatang," tutur Junita.

Salah satu dari orang-orang yang tepat tersebut adalah Dr. I Gusti Agung K Rata, SpKK, seorang life coach yang memperkenalkannya kepada kekuatan pola pikir positif untuk mentransformasi sesuatu yang tidak mungkin menjadi sesuatu yang mungkin untuk dilakukan. Kualitas hidup seseorang akan sangat bergantung pada pola pikir orang tersebut, lanjut Junita, mengutip perkataan Dr. Agung.

Dalam waktu kurang dari tiga minggu setelah peluncurannya, JL Foundation memulai langkah pertamanya ke dunia filantrofi dengan mengunjungi puluhan lansia penderita diabetes di klinik Cakra Munjul Husada, Cipayung, Jakarta Timur, pada tanggal 5 September 2015. Cakra Munjul Husada dikelola oleh Dr. Agung dengan semangat tinggi. Beliau selalu berusaha untuk membantu para pasien lanjut usia penderita diabetes melalui perawatan dengan pendekatan holistic-memberikan semangat, memberdayakan mereka, dan memberikan harapan dalam usaha mereka menuju kesembuhan dan pemulihan.

Di hari spesial tersebut, Yayasan JL memberikan sumbangan berupa beberapa mesin laser yang dibutuhkan untuk menghilangkan bekas luka karena diabetes, sebagai bagian dari komitmen awalnya dalam mambantu memecahkan masalah sosial dewasa ini.

"Yayasan JL adalah upaya dari berbagai pihak, dari saya dan orang-orang disekitar saya, yang percaya bahwa hidup harus dijalani dengan hal-hal yang bersifat positif. Sejak dulu, saya selalu memiliki keinginan untuk berbagi kasih dan semangat kepada sesama, dan JL Foundation telah menjadi wadah bagi saya untuk melakukan hal tersebut."

"Kini, saya ingin-orang-orang dengan visi yang sama-untuk ikut membantu kami dalam usaha mewujudkan tujuan-tujuan Yayasan JL yang lebih besar lagi nantinya," lanjut Junita.

"Jangan menunggu hingga Anda menjadi seorang insan yang sempurna jika Anda ingin membantu mereka yang membutuhkan. Sekarang, saat ini, adalah waktunya!"

Buku

Junita Liesar adalah penulis buku berjudul Kekinian (Stay in the Now a la Junita Liesar), sebuah buku yang mengedepankan lebih dari sekedar pengelolaan stres. Buku ini memberikan pembacanya pengetahuan untuk merubah pola pikir dan melatih otak setiap harinya untuk menikmati setiap momen yang terjadi di kehidupan, untuk bersukacita "in the moment."

"Terkadang, ada kekhawatiran di dalam diri kita terhadap masa depan yang tak dapat kita prediksi. Kekhawatiran yang telah terinternalisasi begitu dalam dapat membuat kita merasa seolah-olah kita tidak memiliki kendali atas hidup. Hal ini dapat memberikan kita tekanan dan kecemasan yang berlebihan, dan pada akhirnya mengganggu hidup kita. Hasilnya, kita menjadi tertekan, mengalami stres, dan depresi terhadap hal-hal yang tidak pasti, hal-hal yang tidak dapat kita prediksi, dan hal-hal yang tidak kita ketahui. Manusia pada dasarnya selalu ingin tahu. Namun apa yang kita tidak ketahui adalah-bahwa kita sebenarnya memiliki pilihan-pilihan, yang kita mungkin belum bisa lihat pada saat ini," Junita menjelaskan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Junita membagikan beberapa tips: biasanya, layaknya sebuah pesawat; ia memulai hari dengan "lepas landas" dan mengakhirinya dengan "mendarat", yang mana dalam proses "pendaratan" tersebut, ia menyarankan agar setiap orang meninggalkan segala macam beban stres dan permasalahan yang dihadapi dengan cara melaksanakan ritual yang menyenangkan yang mereka sukai.

Untuk Junita, ritual "pendaratan"nya sangat sederhana. Ia memilih pakaian tidur yang paling nyaman, terbuat dari sutra, dan menyemprotkan parfum kebadannya sebelum pergi tidur-semua ini dilakukan untuk memberikan efek tenang dan nyaman. "Saya ingin tetap cantik ketika saya tidur, dan saya percaya orang lain juga harus menemukan caranya sendiri-sendiri untuk merasa tenang dan nyaman ketika akan pergi tidur," jelas Junita.

Lebih jauh lagi, banyak penelitian juga telah membuktikan bahwa orang yang secara rutin mengucap syukur memiliki performa kesehatan yang lebih baik. "Cobalah untuk tidak terlalu khawatir akan masa depan, akan apa yang dapat terjadi di tiga hingga lima tahun kedepan. Hiduplah di masa kini, saat ini: coba nikmati apa yang kita lakukan hari ini dan tetap bersyukur akan kebaikan atau keburukan yang terjadi di hidup kita. Hal ini lah yang diangkat di dalam Kekinian, dan saya harap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca."

Buku Kekinian akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

@JUNITALIESAR