Fashion dan Make-Up

Bukan merupakan sebuah rahasia lagi bahwa Junita Liesar menganggap fashion dan style sangat penting, namun bagi beliau, fashion tidak hanya sekedar pakaian yang di rancang oleh perancang busana terkenal. Betul adanya fashion adalah hasil kreasi musiman para perancang busana dan rumah fashion ternama, yang berganti setiap empat kali setahun; namun, tanpa style, semua itu menjadi tanpa arti.

Sebagai seorang fashion icon, Junita tidak selalu mengikuti tren-tren fashion karena beliau memiliki standarnya sendiri, sebuah konsep yang beliau miliki tentang bagaimana fashion seharusnya terlihat dan terasa di tubuhnya. “Semua berbalik lagi kepada bagaimana Anda manjadi diri Anda sendiri, dan tentang siapa Anda sebagai seorang wanita,” kata Junita. Apa yang ditampilkan di panggung peragaan busana atau diperlihatkan di etalase toko tidak selalu sesuai dengan karakter Anda, dan Junita sangat setuju dengan pernyataan ini.

Beliau menggambarkan karakter dirinya sebagai modern klasik dengan sentuhan elegan. Warna merah adalah warna kesukaannya, karena warna tersebut cocok dengan kulitnya. “Karena suatu dan lain hal, ketika saya memakai sebuah gaun berwarna merah, saya merasa lebih percaya diri dan powerful. Warna tersebut benar-benar memancarkan aura saya,” Junita melanjutkan, seraya berbagi informasi mengenai perancang busana favoritnya, seperti Christian Dior, Valentino, dan Karl Lagerfeld.

Junita juga berbagi beberapa tips terkait fashion: “Sangat penting untuk mengenal karakter diri Anda sebagai seorang wanita terlebih dahulu, serta mengetahui tipe tubuh Anda. Tidak semua warna, rancangan, bahan, dan tren dapat terlihat menawan di tiap bagian tubuh kita, sehingga sangat penting bagi kita untuk menghindari hal-hal yang tidak menyanjung penampilan kita. Temukan kepercayaan diri Anda melalui hal ini, namun pada akhirnya, yang terpenting adalah yang ada di dalam, bukan diluar. Jadi, tanpa kepercayaan diri dan pengetahuan tentang diri sendiri, Anda hanya menjadi budak fashion semata.”

Mengenai tata rias, Junita berkata beliau menyukai gaya riasan yang dapat membantunya melihat visualisasi atas dirinya sendiri. “Apapun yang saya lakukan, bahkan ketika saya merias diri, saya tetap ingin berpegang kepada identitas saya. Di kepala saya, saya memiliki gambaran akan diri saya: gambaran ini mengarahkan bagaimana saya harus berpakaian, bagaimana saya mengatur rambut, bahkan jenis riasan wajah yang saya gunakan. Mengapa? Karena saya tidak mau menjadi orang lain. Dan terutama dalam hal riasan wajah, yang memiliki kekuatan untuk mentransformasi wajah seseorang dengan begitu dramatis, saya menjadi sangat picky. Karena bahkan dengan makeup di wajah, saya ingin terlihat seperti Junita Liesar, bukan seperti wanita lain.”

Setiap kali Junita mendatangkan seorang penata rias untuk membantu memakaikan makeup, beliau selalu menekankan hal tersebut. “Saya tahu yang terbaik untuk diri saya—saya tahu gaya terbaik untuk alis mata saya dan bibir saya. Jadi, terkadang saya bertanya kepada makeup artist tersebut, tanpa megurangi rasa hormat, biarkan saya memberikan sentuhan terakhir pada alis mata atau bibir saya sendiri.”