Menjadi Orangtua

Kesempatan Junita untuk tinggal dan hidup secara mandiri di luar negeri membentuk bagaimana beliau memandang dunia dan membantunya memiliki perspektif baru tentang hidup dan berbagai masalah didalamnya, termasuk menjadi orang tua. Pengalaman hidup ini, kata Junita, juga berdampak kepada bagaimana ia bersikap sebagai seorang ibu.

“Saya menganggap diri saya sebagai seorang ibu yang sangat open-minded—semua ini karena saya sempat tinggal di London, Inggris, dimana saya menghabiskan waktu masa kuliah. Di sana, saya hidup di tengah-tengah lingkungan yang multikultural, dan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Menurut saya, pengalaman tersebut memberikan dampak yang sangat besar terhadap persepsi saya akan orang lain: saya menjadi lebih terbuka, dan saya percaya bahwa kekuatan dialog adalah kunci untuk menyelesaikan permasalahan antar individu, termasuk antara saya dan anak-anak saya. Selain itu, toleransi dan bisa menerima orang lain juga merupakan kunci menuju kesuksesan sebagai orangtua. Terima anak-anak Anda sebagai diri mereka sendiri, dan jangan mencoba untuk mengubah mereka agar sesuai dengan harapan Anda.”

Ketika Junita meghadapi masalah atau konflik dengan anak-anaknya, ia selalu memastikan adanya dialog antara mereka. “Dialog, sekali lagi, adalah kunci penting, karena melalui proses pertukaran pendapat tersebut, Anda sebenarnya menguji keahlian anda dalam mendengarkan dan mengerti berbagai perspektif.”

“Dan sebagai seorang ibu, seseorang haruslah memiliki hati yang lapang, yang artinya kita tidak boleh memperlakukan anak-anak kita seperti anak kecil terus menerus. Kita tahu bahwa lambat laun mereka akan beranjak dewasa dan akan memiliki kehidupan pribadi mereka masing-masing. Dan kita perlu belajar untuk menghargai privasi mereka,” Junita menjelaskan.