JOURNAL
Quality Holidays dan Wisata
“Travel is the only thing you buy that makes one richer,” kata sebuah peribahasa, dan Junita Liesar sangat setuju dengan perkataan tersebut. Beliau mendirikan Quality Holidays, sebuah agen perjalanan yang menawarkan rencana perjalanan yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Paket perjalanan tersebut dilengkapi dengan fasilitas pemandu, akomodasi, makanan, dan pelayanan terbaik untuk pelanggan. Berlokasi di Menara BCA di daerah Jakarta Pusat, Quality Holidays didirikan sebagai buah dari kecintaan berwisata Junita, dan lucunya, juga dari rasa frustrasinya atas buruknya pelayanan yang beliau dapatkan di masa lalu ketika menocba memakai jasa agen perjalanan. “Saya merasa kesal karena setiap kali staff saya atau saya mencoba untuk menghubungi agen perjalanan untuk melakukan pemesanan hotel atau pesawat, kami selalu dilempar kesana-kesini, atau kami harus menunggu sangat lama agar sambungan telepon kami tersambung. Lalu, saya pikir, ‘Mengapa saya tidak membuka agen perjalanan saya sendiri?’ sehingga saya atau staff saya tidak perlu membuang waktu menempuh proses panjang yang berbelit-belit.”
Quality Holidays memotong birokrasi tersebut dengan memberikan pelayanan 24 jam setiap hari kepada para pelanggannya dan menawarkan berbagai layanan perjalanan wisata dengan jaringan maskapai penerbangan, hotel, perusahaan transportasi, dan pemandu wisata yang luas dalam skala global. “Yang terpenting adalah hubungan one-on-one antara staf dan pelanggan kami, dan juga tentu saja, jasa layanan kami yang tailor-made, yang sangat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” jelas Junita.
Junita sangat sering berwisata dengan keluarganya, dan karena anak-anaknya kini telah beranjak dewasa, pilihan wisata mereka pun mau tidak mau berubah (kini anak-anak Junita lebih memilih tujuan-tujuan wisata perkotaan yang kosmopolitan dengan gemerlap malam dan gaya hidup yang aktif). Beliau mengatakan, sudah semakin sulit untuk menemukan jalan tengah untuk menyeimbangkan keinginan setiap anggota keluarganya untuk mencapai konsensus berwisata. “Namun, pada akhirnya, kami sebagai keluarga yang demokratis melakukan pemilihan suara untuk memilih tujuan liburan, dan semua pihak biasanya menerima apapun hasil akhirnya.”
Jika bertanya negara atau kota manakah yang beliau anggap sebagai rumah keduanya, beliau menjawab: “London—karena saya telah tinggal di sana selama enam tahun.” Bali juga merupakan tempat yang spesial untuknya; beliau selalu ingin tinggal lebih lama di Bali. “Selalu terbesit keinginan ‘Bisakah kita memperpanjang waktu liburan sehari atau dua hari lagi?’ setiap kali waktu liburan kami di pulau dewata hampir usai.”
Posted on July 29th, 2015